*****************************************************
Anak kecil berlari riang,kira-kira berumur 2,5 tahun.. wajahnya sumringah dan sesekali melompat dan berucap “hop.. hop”. Dari jauh sudah ku sambut ia dengan senyuman.. semakin dekat aku coba pura-pura menangkapnya, dengan tatapan keheranan ia berontak.. aku hanya bisa tertawa jail dengan gemes mencubit pipinya lembut. Dan ia segera berlari lagi..
“Abang.. jangan jauh-jauh
nak”.. seorang ibu dengan wajah yang teduh berusaha mengejar anak itu. “anak Kakak
ya kak?.. “Ia, dia ini aktif betul, dia gak bisa diam, harus dibiarkan bergerak
kesana-kemari asalkan diawasi”. “biar saya yang jaga Ka, kayanya didalam ada
pembahasan yang penting(Penyusunan Kepanitiaan alumni LDK)”. “yakin..??? seraya
tersenyum dengan tatapan menantang”. Si Abang (anak kecil tadi)berjalan menuju
barisan ikhwan, lalau masuk ke forum Ikhwan.”mmm.. bisa dicoba Ka..” aku agak
sedikit ragu. “udah, gak papa, biar Kakak aja”. “ia Ka, nanti kalau perlu
bantuan, pangil ya ka, saya masuk dulu”. “Ia..”.
BERBUKA PUASA
Azan berkumandang,
saatnya berbuka. Abang masih saja aktif berjalan.. “ayo.. abang mau kemana?.. “
ku ikuti tanpa menghalaunya. “Ka, biar yanti aja yang jaga Abang, kakak makan
aja, kebetulan yanti gak puasa”. “ia, makasih ya..”. ku ikuti ia tanpa lelah
dan aku berpikir, si abang kapan capenya.. dari tadi semangatnya berjalan belum
luntur-luntur.
Langit mulai gelap, suara mercon terdengar abang sedikit merapat ke
tepian..dan mendengarkan dengan seksama dan matanya menyapu langit.. “ada apa
Abang?..” “dhum..dhum..”. aku terkekeh.. “Abang takut, ayo kita lihat?..”.
seraya paham dengan apa yang aku katakan, abang mengulurkan tangannya..”. aku
kembali tersenyum geli, ku gendong ia menghadap belakang, sesekali ia menunjuk
langit, menunjuk kembang api, sesekali ia menunjuk bulan dan bintang”. Lama ku
bawa dia mengelilingi setengah halaman mesjid kampus Al-baitar(bagian Akhwat),
ku tepuk bahunya, iapun menyandarkan kepalanya ke pundak ku.., aku tersenyum
bahagia, entah perasaan apa yang kurasa.. beginilah seorang Ibu yang bahagia
merawat anaknya, walaupun sedikit repot tapi kebahagian itu tidak dapat
dipungkiri, melihat kelucuan si anak, aktifnya dan tangisnya yang entah berapa
kali sehari, dan yang membuat ibu tidak kalah bahagia adalah melihat si kecil
tumbuh besar.
Malam ini begitu berbeda, karena Abang.. yang baru ku kenal...
***


Tidak ada komentar:
Posting Komentar