Sabtu, 16 Agustus 2014

REBUT KEMERDEKAAN HAKIKI


بسم الله الرحمن الرحيم
اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْن ،وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى اَشْرَفِ الْمُرْسَلِيْن ،وَعَلَى آلِهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْن. اَللَّهُمَّ إِنَّكَ خَلاَّقُ الْعَظِيْم ،إِنَّكَ سَمِيْعٌ عَلِيْم ، إِنَّكَ غَفُوْرٌ رَحِيْم ، إِنَّكَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْم ، إِنَّكَ الْبَرُّ الْجَوَادُ الْكَرِيْم .


Ya Allah, Engkaulah yang mempunyai segala kepujian, engkaulah yang berhak menerima segala kepujian, engkaulah yang berhak menerima segala kesyukuran, Engkaulah yang memiliki segala pemerintahan, di tangan Engkau segala kebajikan, kepada Engkaulah kembali segala urusan.
Assalamu'alaikum ww

17 Agustus identik dengan Upacara. ini nih, dulu kami begitu bangganya menjadi orang yang terpilih menjadi pengibar sang saka merah-putih. maklumlah begitu ketatnya seleksi dan latihan yang kami anggap sebagai perjuangan untuk bisa dikatakan pahlawan paskibra.




beda saat itu setelah saya melihat bendera alliwa dan arrayah (Pada bedah buku Ust. felix, Fak.Kedokteran), ada rasa haru dan tak terasa air mata menetes, walaupun pada saat itu saya tak tau itu bendera apa.

Bendera dengan pasukan umat Islam inilah yang akan membebaskan negeri negeri Islam dari penjajahan AS di Iraq, Afgahanistan, dll serta penjajahan Zionis Yahudi di Palestina. Akan mempersatukan Ummat dalam Negara Khilafah dan membebaskan mesjidil Aqsha, dan akan menjadi bendera Negara Khilafah yang di Janjikan oleh Rasulullah, Insya Allah. 
(semoga Allah tetap mengistiqomahkan kita dijalan dakwah ini, dan termasuk orang-orang yang berjuang menegakkan Syariah dan Khilafah dimuka Bumi ini, Aamiin,,, kalaupun Allah mengambil nyawa ini sebelum Khilafah tegak, semoga anak cucu kita yang dapat mengibarkannya, Aamiin,,, ).

see : http://www.jihad.hexat.com/artikel/liwa_rayah



KEMERDEKAAN HAKIKI

Bulan Agustus adalah bulan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan, katanya. 

Di setiap sudut kota, kampung dan kelurahan dihias sedemikian rupa dengan warna dominan merah dan putih sebagai simbol bendera bangsa.

Lampu-lampu kerlap-kerlip dipasang warna-warni menyemarakkan suasana.Upaya untuk memperingati pun dilakukan dengan berbagai cara mulai dari lomba makan kerupuk, lomba memasukkan pensil ke botol hingga panjat pinang dan tangkap belut.

Malamnya digelar tirakatan, tumpengan syukuran dan biasanya disertai musik hingar bingar untuk merayakan hari kemerdekaan RI.


Melihat fakta-fakta , kita jadi patut bertanya neh, “Benarkah kita sudah merdeka?” Itu pertanyaan awal dulu yang sederhana sebelum kita beralih ke pertanyaan lain semisal gimana sih cara mengisi kemerdekaan bila memang kita sudah benar-benar sudah merdeka? 

Indonesia Sudah Merdeka, Benarkah?


Pertanyaan ini wajar banget muncul di remaja cerdas kayak kamu. Soalnya dari pertanyaan sederhana namun kritis inilah nantinya akan membuat kamu melek tentang apa yang sebetulnya terjadi dengan kondisi Indonesia yang katanya sudah merdeka ini.

Secara konstitusi, Indonesia dinyatakan merdeka sejak tanggal 17 Agustus 1945 yang dideklarasikan oleh Soekarno-Hatta. Hal inilah yang diyakini oleh mayoritas manusia baik dalam maupun luar negeri tentang kapan hari kemerdekaan Indonesia.

Sejak anak TK hingga Perguruan Tinggi (PT), dari yang lulusan SD sampai yang bergelar profesor sepakat menjawab dengan tanggal tersebut. Dari masyakarat desa hingga masyarakat kota pun akan setuju dengan hal itu.Faktanya, apa benar Indonesia sudah benar-benar merdeka sejak tanggal 17 Agustus 1945? Merdeka itu kan artinya bebas. Bebas dari penjajahan dalam bentuk apa pun juga.

Nah, sekarang yuk kita telusuri apa benar kita sudah terbebas dari penjajahan alias merdeka dalam segala bidang?



Indonesia Masih Terjajah!!!

Yups, Indonesia sebetulnya belum benar-benar merdeka dalam arti sesungguhnya. Negeri ini masih terjajah dalam banyak segi atau bahkan di semua segi kehidupannya. Mulai dari perekonomiannya yang sangat kapitalistik dengan sistem riba dan pendidikan yang sekuler pool.

Kehidupan sosial yang egois dan mementingkan diri sendiri, kebudayaan yang bisanya cuma membebek asing, politiknya berlaku hukum rimba; siapa kuat dia yang menang, pertahanan keamanan yang masih tergantung pada kebijakan Amerika dan sekutunya, penegakan hukum yang tebang pilih, setengah hati, dll.

Pernah nggak di sekolah kamu mendapat dogma dari pelajaran PPKN bahwa Indonesia bukan Negara agama tapi juga bukan Negara sekuler. Trus apaan loh? Karena semua serba bukan, Indonesia akhirnya jadi Negara yang bukan-bukan dan gado-gado kayak sekarang ini.
Nggak jelas mau berpijak ke mana or melangkah ke mana. Ibarat orang mau membangun rumah, bentuk pondasinya kacau balau dan gak tau apa yang dimau ketika pondasi yang kacau balau tersebut sudah berdiri. Semua serba setengah hati. Karena pondasi atau dasar yang nggak jelas, akhirnya banyak masuk pesanan asing yang mendikte, apa kemauan mereka untuk dipaksakan pada pondasi dan bangunan yang akan didirikan itu.

Akhirnya, Indonesia bukan milik rakyat, tapi milik asing. Indonesia pun masih terjajah. Selamanya negeri ini akan terjajah bila tak ada kemauan kuat dari masyarakatnya untuk keluar dari penjajahan ini. Ironisnya, sangat sedikit orang yang sadar bahwa bangsa ini masih terjajah.

Mayoritas yang ada malah bersikap sebaliknya, yaitu bersuka ria karena nganggap bahwa bangsa ini sudah merdeka sehingga sulit diajak nyadar dan berpikir. Lomba 17 Agustusan sekedar lucu-lucuan giat dilaksanakan, semisal lomba balap karung, sepakbola pake sarung, menangkap belut, makan krupuk, dll.

Semua itu hanya hiburan sesaat untuk melupakan beban hidup yang berat. Setelah lomba selesai, masyarakat dihadapkan lagi pada masalah hidup yang menghimpit. Sungguh, negeri ini benar-benar belum merdeka!!!


Ayo, Rebut Kemerdekaan!


Ternyata kita belum merdeka, kawan. Kita butuh merebut kemerdekaan dulu sebelum nantinya akan kita isi dengan apa kemerdekaan ini.

Btw, gak salah nih ngajak merebut kemerdekaan di hari gene? Enggak donk. Kamu udah pada ngeh kan bahwa negeri ini tuh masih belum merdeka dan terjajah dalam semua segi kehidupan. Hanya manusia hidup saja yang enggan hidup dalam kondisi terjajah.

Dan cuma mayat hidup saja yang pasrah dengan nasib buruk sebagai bangsa terjajah. Saya yakin kamu semua bukan termasuk golongan Zombie ini. Jadi ayo, mulai sekarang kita bergerak untuk keluar dari penjajahan ini. How?


Pertama, mulai merdekakan pikiran kamu dari semua hal berbau penjajahan. Bebaskan diri kamu dari mental sebagai orang terjajah. Buang pemikiran rusak dan bobrok dari penghambaan kepada hawa nafsu berganti menjadi penghambaan pada Allah saja.

Campakkan sikap membebek pada ideologi dan sistem asing untuk kemudian meyakini bahwa ideologi dan sistem dari Sang Maha Pencipta Alam Semesta adalah satu-satunya yang mampu mengeluarkan manusia dari penjajahan ini. Ideologi dan sistem apakah itu? Ya pasti Islam-lah. Emang ada yang lain? Gak mungkin!


Kedua, bila keyakinan ini telah menancap kuat dalam benakmu, jangan diam. Merebut kemerdekaan bukan kerja satu orang, tapi kerja bersama melibatkan banyak orang dari berbagai kalangan.

Ayo sebarkan keyakinan bahwa kita harus merebut kemerdekaan ini hanya dengan kembali pada ideologi dan sistem Islam saja. Ideologi dan sistem Islam ini hanya bisa terwujud dalam sebuah institusi bernama 

Khilafah Rosyidah ‘ala Minhajin Nubuwwah.

Jangan takut susah dan menderita dalam perjuangan merebut kemerdekaan yang hakiki ini. Karena sungguh, tak ada yang namanya jalan enak bagi para pejuang. Terjal dan berliku adalah sunnatullah perjuangan. Ingat itu!!

Dan hanya satu saja yang membedakan mental pejuang sebenarnya dengan yang pura-pura sok jadi pejuang. Pejuang sejati tak kenal kompromi dengan para penjajah. Sedangkan pejuang gadungan selalu mencari dalih agar kerasnya perjuangan bisa diperlunak dengan beribu alasan.

Perbedaan yang lain adalah, kalo perjuangan standar biasanya berbumbu nasionalisme, perjuangan kita kali ini berskala internasionalisme. Dengan melakukan langkah di atas, kita tak cuma membebaskan Indonesia dari penjajahan namun secara bertahap, kita membebaskan dunia secara keseluruhan.

Yakinlah, saudara-saudara kita di belahan bumi yang lain juga sama-sama berjuang menuju kemerdekaan hakiki dengan Islam. Dan yang lebih asyik lagi, kemerdekaan yang akan kita rebut, tidak hanya berdimensi dunia saja namun bakal kita bawa hingga akhirat kelak berupa pahala dan surga-Nya. Wow…keren kan?


Soo, perjuangan belum selesai dan berhenti, teman. Perjuangan merebut kemerdekaan ini harus dilaksanakan. Jangan mau kamu diadu-domba sesama muslim oleh kaum Kafir dengan tudingan ‘Terorisme’.
Jangan pula kamu mau dijebak dengan issue bom dan sebutan Islam garis keras, radikal, ekstrimis dan berbagai julukan yang menyudutkan lainnya. Perjuangan kita adalah perjuangan pemikiran yaitu membebaskan umat dari pengaruh dogma rusak semacam penyakit Demokrasi dan SEPILIS (sekularisme, pluralisme, dan liberalisme).


قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (Muhammad SAW), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS. Ali ‘Imran 31)
Mari kita senantiasa meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT yang telah mengutus Rasul-Nya yang mulia, sebagai rahmat bagi seluruh alam. Dalam setiap aspek kehidupan, Rasulullah Muhammad SAW adalah sebaik-baik teladan, sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al Ahzab ayat 21
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.



- See more at: http://www.voa-islam.com
http://hizbut-tahrir.or.id/2012/05/01/hm-ismail-yusanto-penting-membaca-ulang-sejarah/
http://mtaufiknt.wordpress.com/2011/02/09/khutbah-jumat-meneladani-ketegasan-rasulullah-saw/